Hasil Dari Kerja Keras Ikhlas dan Jujur



Judul               : Chairul Tanjung Si Anak Singkong
Penulis             : Tjahja Gunawan Diredja
Penerbit           : Kompas
Terbit               : Juni, 2012
Tebal               : 384 halaman


Saya tidak terlalu mengenal nama Chairul Tanjung (CT). Saya hanya pernah tahu sekilas namanya. Dulu saya mengira ia adalah seorang yang berkecimpung di dunia politik. Ternyata beliau adalah seorang pengusaha sukses yang sedikit melibatkan diri di dunia politik, meskipun ia bergaul dengan kalangan pejabat politik hingga presiden.


CT kecil tinggal di sebuah daerah kumuh di wilayah Kota, Jakarta. Ia bahkan merasakan bagaimana ia harus antri di WC umum yang dipakai oleh seluruh warga di sana. Neneknya memasukkan ia ke sekolah Katholik Belanda, Van Lith. Masa SD dan SMP ia habiskan di sekolah tersebut. Walaupun Van Lith merupakan sekolah elit yang rata-rata siswanya dari kalangan mampu, CT tidak merasa minder, malah ia senang bergaul dengan berbagai kalangan.
SMAN 1 Boedoet, Jakarta, menjadi almamater yang tidak akan dilupakannya. CT merupakan salah satu siswa unggul di sekolah itu. Dari SMA Boedoet pula muncul tokoh-tokoh besar dan hebat saat ini. Selain terkenal sebagai sekolah unggulan, Boedoet juga terkenal sebagai sekolah yang hobi tawuran.


Lulus SMA, ia mendaftarkan diri kuliah di Universitas Indonesia jurusan Kedokteran Gigi. Kehidupan orangtua CT yang miskin, tidak sanggup untuk membiayai pendaftaran kuliah CT. Meski begitu ibunya tetap berusaha agar CT bisa mendaftarkan diri di FKG-UI. Akhirnya sang ibu mendapatka uang untuk mendaftarkan CT kuliah di UI. Setelah mengetahui dari mana ibunya mendapatkan uang tersebut, CT merasa jantungnya berhenti berdetak. Ia berjanji tidak akan pernah merepotkan orangtuanya untuk membiayai kuliahnya. Ia bertekad untuk mencari uang demi membiayai kuliahnya.


“Chairul, uang kuliah pertamamu yang ibu berikan beberapa hari yang lalu ibu dapatkan dari menggadaikan kain halus ibu. Belajarlah dengan serius, Nak.”


Di awal kuliahlah CT mulai merintis bisnisnya. Dimulai dari juragan fotokopi hingga penyediaan alat praktikum untuk memudahkan teman-temannya mendapatkan peralatan praktik yang dibutuhkan. Bisnisnya mulai berkembang ke berbagai sektor. Meskipun sibuk dengan bisnisnya, CT tidak tertinggal dalam hal akademik, malah ia termasuk mahasiswa berprestasi.


Dari bisnisnya yang hanya seputar kampus, CT mulai mengembangkan bisnis di luar kampus hingga akhirnya ia mampu membuat pabrik sendiri. Pabrik pertamanya adalah pabrik sepatu yang belakangan berubah menjadi pabrik sandal. Bisnisnya terus berjalan bahkan berlari. Mulai dari Bank Mega, pembelian saham Carrefour sampai mendirikan televisi nasional Trans TV dan Trans 7.


Kunci utama dalam berbisnis menurut CT adalah jaringan dan kepercayaan. Tak heran CT mampu bergaul dengan siapa saja, baik dari kalangan bawah hingga atas, bahkan pejabat dan presiden. Ia juga menjalani bisnisnya dengan kerja keras, ikhlas dan jujur.


Selain mendirikan banyak perusahaan, CT juga mendirikan yayasan dan sekolah-sekolah unggulan. Cita-citanya untuk Indonesia adalah ingin mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Maka didirikanlah sekolah unggulan yang akan mencetak anak berprestasi sekaligus beriman dan bertakwa.  


Kelebihan buku ini adalah lay out yang menarik serta jenis huruf yang besar sehingga nyaman bagi mata dan dilengkapi dengan foto berwarna yang menambah kesan menarik dari buku ini. Sementara kekurangannya, fisik bukunya teralalu besar sehingga tidak efisien untuk dibawa ke mana-mana.



Membaca buku biografi dapat menjadi pelajaran bagi kita dalam melihat permasalahan hidup yang dialami oleh si tokoh dan belajar bagaimana ia mengatasi masalahnya, sehingga kita dapat meniru kebaikannya dan menghindari keburukannya. 



Suka dengan resensi ini? Berikut informasi tentang penulisnya
Nia Hanie Zen - Depok

Mba Nia juga bisa ditemui di
Twitter & instagram: @nia_hnie - nulisajayuk.blogspot.com - niahnie@gmail.com -

Komentar