Resensi: ParenThink (Mona Ratuliu)


Judul Buku             : ParenThink
Penulis                   : Mona Ratuliu
Penerbit                  : Naura Books
Tahun Terbit          : 2016
Jumlah Halaman    : 177 Halaman


ParenThink hanya orang tua yang cerdas yang bisa membimbing  anaknya menjadi mandiri tangguh dan bertanggung jawab. Pertama kali membaca judul ini saya langsung tertarik dan mencarinya di salah satu toko buku  online langganan. Alhamdulillah setelah beberapa hari akhirnya buku tersebut sampai  ditangan saya.


Dalam buku ini penulis menuliskan pengalamannya dalam mengasuh ketiga anaknya. Pada bagian pertama membahas tentang pengalamannya menjadi ibu baru saat melahirkan anak pertamanya di   20 Tahun. “Saya tidak pernah membayangkan kalo memiliki seorang bayi akan mendatangkan bermacam-macam tantangan : jam tidur berkurang, sering bingung karena harus menebak arti tangisan di bayi, dan terkadang memberikan ASI saja sudah menjadi tantangan tersendiri. Akhirnya saat itu saya sadar, memiliki anak tidak sama dengan memiliki adik.”(Hal.4).


Waktu pertama kali tahu saya mengandung, bisa dibilang saya langsung berangan-angan punya anak yang “juara”. Ya, saleh, cerdas, ya baik hati, dan sebagainya. Namun, bagaimana dengan kita sendiri? Sudah sesuaikah harapan kita dengan tindakan nyatanya? Terus terang, apa yang saya lakukan ke anak pertama saya maha sebaliknya. Tanpa sadar, saya malah sering mengajarkan dia berbohong, marah-marah, dan sebagainya.



Mau jadi dokter ada sekolahnya, mau jadi pilot juga ada sekolahnya. Kita adalah orang tua yang tidak pernah SEKOLAH ORANGTUA. Jadi, lebih baik segera belajar menjadi orang tua yang baik ketimbang hanya bisa memarahi dan menghukum anak setiap hari.
-Ayah Edi-


Dari teori yang diungkapkan oleh Martin Davies, seorang profesor Sosial work di University of East Anglia, Norwich, Inggris, saya menyimpulkan bahwa parenting pada dasarnya adalah pola asuh dan pendidikan sejak lahir hingga sang anak sudah memenuhi kriteria untuk disebut pribadi yang dewasa. Namun, yang dimaksud di sini bukan hanya dalam ukuran fisik, ya. Meskipun seseorang secara legal sudah disebut dewasa. Namun, yang disebut dewasa saat memasuki usia 17 tahun secara fisiologjs ditandai dengan kesiapan sang anak untuk melakukan fungsi reproduksi, tetapi dengan kedewasaan yang dimaksud dalam fungsi parenting juga disertai dengan kedewasaan secara mental.


Selama ini, banyak orang menganggap belajar hanya  tugas anak-anak. Setelah kita menyelesaikan masa sekolah dan kuliah entah itu S1 atau hingga S3, kita menganggap kewajiban untuk belajar pun sudah selesai. Padahal belajar itu masanya sepanjang hayat. Ada saja permasalahan hidup ini yang harus kita cari dan siasati jalan keluarnya. Salah satunya adalah ketika kita mengurus anak yang tak jarang mendatangkan ragam tantangan.



Ternyata proses belajar bagi orang dewasa itu ada dan namanya andralogi. Istilah ini awalnya digunakan oleh Alex-ander Kapp, seorang pendidik dari Jerman, pada 1833, lalu dikembangkan menjadi teori pendidikan orang dewasa oleh seorang pendidik asal Amerika Serikat, Macolm Knowles 1997.


Nah, sekarang percayakan orang dewasa memang dianjurkan untuk mencari ilmu dan itu bukan suatu hal yang memalukan? Jadi, mulai sekarang, yuk kita belajar ilmu baru yaitu ilmu parenting.


Kelebihan dari buku ini merupakan buku parenting yang sangat komplit, di tulis berdasarkan pengalaman dalam mengasuh putra putrinya. Hal yang paling saya sukai setiap akhir bab pembaca selalu di ingatkan dengan diberikan list apa yang menjadi harapan terhadap anak dan apa yang harus dilakukan. Bahasa yang digunakan pun tidak terlalu berat sehingga ketika saya membaca buku ini tidak terasa sudah selesai.


Tentang Penulis
Mona Ratuliu adalah artis dan ibu 3 anak. Istri dari Indra Brasco. Berpengalaman pahitnya di masa lalu dan aktif mendalami ilmu parenting. Awalnya, dia aktif membuat berbagai kegiatan dan seminar parenting bersama ibu-ibu muda lainnya dengan pakar-pakar parenting. Namun kini, dia justru sering diminta nenjadi narasumber di berbagai media dan seminar, berbagi pengalamannya seputar anak dan keluarga. Dia juga membuat milis ParenThink yang menjadi forum orang tua untuk saling berdiskusi dan berbagi ilmu. Tak heran, dia pun menjadi tempat bertanya teman seprofesi dan para orangtua yang terinsporasi kisahnya.
Ingin lebih dekat denganya bisa gabung dengan beberapa akun media sosialnya. www.monaratuliu.com. Twitter : @mratuliu dan @parenthink. Instagram @monaratuliu dan @parenthink. Fanpage : ParenThink. Email : BukuParenThink@yahoo.com



Suka dengan resensi ini? Berikut informasi singkat tentang penulisnya
Rizky Arya Lestari - 28 tahun - Bekasi - Full Time Mom

Mba Rizky juga bisa ditemui di
Facebook: Rizky Arya Lestari - Instagram: @kikie_alya - http://kikielestarisayh.blogspot.co.id kikie_alya@yahoo.com

Komentar